HOME

Senin, 27 Oktober 2014

Renungan untuk para pembelajar

Akupun termangu diatas meja dikelasku. Huft.. sudah berapa kali Bu Nur memberikan banyak tugas menumpuk seperti ini? sepertinya hampir setiap pekan beliau memberikan tugas disetiap minggu setelah mata kuliahnya usai. Sampai kapan akan terus seperti ini? makalah, makalah, makalah. Oh Tuhan.. kapan berakhir tugas ini? bosan rasanya jika setiap minggu selalu ada tugas menumpuk diatas mejaku. Akupun mulai membuka buku dengan sedikit enggan. Mampukah otakku berfikir jernih. Bisakah dalam keadaan seperti ini?
            Kelas hampir sepi, hanya tinggal beberapa temanku yang masih berada dikelas. Mas yang biasa memberesi kelasku setelah mata kuliah berakhirpun masuk, memulai tugasnya untuk membersihkan kelasku yang terlihat sedikit berantakan dengan banyak kertas yang terserak dibawah. “Bosan, bosan, bosan. Tugas, tugas, tugas. Tiap hari sepertinya ada saja tugas yang diberikan dosen. Dari mulai senin hingga jum’at tiada hari tanpa tugas”, terdengar keluhan nyata yang keluar dari mulut temanku, ketika hendak meninggalkan kelas.
            “Bodoh! Bodoh sekali anak itu! mendapatkan ilmu bukannya bersyukur, malah mengeluh. Tak tahu diri dia!”, celetuk mas yang sedang membersihkan kelasku itu. Aku yang masih terfokus dengan bukuku, tak menghiraukan omongannya. “Iya gak neng?”, terdengar suara yang membuyarkan arah mataku dari buku. Kukira mas itu sedang berbincang dengan oranglain, ternyata ketika kulihat disekelilingku hanya tinggal aku sendiri yang berada didalam kelas itu. Akupun diam seribu bahasa, tanpa menjawab kalimat orang tersebut. Aku yang berusaha tersenyum ketika orang itu berusaha menengok kearahku untuk meminta jawaban atas pertanyaannnya, meskipun dalam senyumanku terdapat sebuah perang hati antara akal dan hatiku.

            Tuhan.. baru aku sadari aku hanyalah manusia yang selalu merasa lelah dengan tugas. Aku yang selalu mengeluh dengan setiap tugas yang ada, tanpa bersyukur atas ilmu yang telah Engkau berikan melalui setiap dosenku. Seharusnya aku yang haus akan ilmu, berusaha untuk bersyukur jika banyak tugas yang menumpuk diatas mejaku, bukannya malah menggerutu menyalahkan seseorang yang sudah memberikan begitu banyak ilmunya untukku. Tuhan.. maafkan atas kekhilafanku ini. Aku hanyalah seongok daging yang Kau ciptakan dengan hasrat haus akan ilmu, tak sepantasnya aku mengeluh, Tuhan. Engkau yang mengetahui baik-buruknya segala urusan yang aku lakukan. Engkau yang mengetahui urusan ini baik bagiku, agamaku serta hidupku, dan urusanku. Mudahkanlah dan limpahkanlah rahmat bagiku atas ilmu yang kau berikan melalui perantara yang kau ridhoi, Tuhan. Amin ya robbal alamiin~

Terinspirasi dari blog https://kisah-renungan.blogspot.co.id 
dengan editan cerita yang dikemas sedikit berbeda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar